TPID Sangihe Jadi Harapan BI Stabilkan Harga Sembako

Ekonomi

Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan pentingnya peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Manado, Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dalam pertemuan terbaru, BI mendorong TPID setempat untuk lebih proaktif mengantisipasi gejolak harga yang kerap dipicu oleh faktor logistik dan cuaca ekstrem—dua tantangan utama yang sering dihadapi daerah kepulauan.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara menyampaikan bahwa koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian inflasi. “Dengan infrastruktur yang terbatas dan ketergantungan tinggi pada pasokan dari luar, Sangihe rentan mengalami lonjakan harga bahan pokok. Oleh karena itu, TPID harus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, pelaku usaha, hingga aparat keamanan,” ujarnya.

Langkah konkret seperti operasi pasar, pemantauan stok harian, serta optimalisasi gudang penyangga diharapkan dapat meminimalkan dampak fluktuasi harga. Selain itu, digitalisasi data distribusi sembako juga menjadi rekomendasi BI agar respons terhadap kelangkaan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

Masyarakat Sangihe pun diajak untuk turut serta dalam menjaga stabilitas harga dengan melaporkan praktik penimbunan atau spekulasi harga yang merugikan konsumen. Dengan kolaborasi semua pihak, BI optimistis inflasi di Sangihe dapat dikendalikan di level yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sementara itu, bagi Anda yang mencari hiburan ringan setelah mengikuti perkembangan ekonomi daerah, kunjungi Indobet untuk pengalaman gaming yang seru dan aman.